Menjadi penyanyi yang mampu menghasilkan album laris boleh jadi menjadi keinginan semua penyanyi rekaman. Tidak bisa dipungkiri, kesuksesan penjualan album sudah tentu akan mendongkrak popularitas dan berimbas pada banyaknya panggilan off air dan 'nilai jual' sang penyanyi itu sendiri. Akan tetapi, sukses tidaknya sebuah album rekaman memang banyak ditentukan oleh faktor X yang kadang tidak bisa diprediksi. Meskipun seorang penyanyi telah menghasilkan banyak album, bisa saja tidak berhasil mencapai sukses penjualan. Contohnya adalah seorang penyanyi yang cukup eksis di era 80an bernama EVATI DY atau kadang ditulis EVATY DJ. Sosoknya sering tampil di TVRI, satu-satunya televisi di masa itu. Album-albumnya juga cukup banyak dirilis, tapi sayangnya tidak ada yang berhasil mencapai penjualan tinggi. Album IDAMAN HATIKU adalah album yang diluncurkan Evati di awal karirnya. Didukung oleh musisi kenamaan seperti JELLY TOBING sebagai Music Director serta deretan komposer seperti JAKA dan SAM BIMBO, MAXIE MAMIRI, ADRIYADIE dan CHACKEN M, tidak lantas membawanya melaju ke jajaran depan. Secara materi, lagu andalan IDAMAN HATIKU cukup catchy, hanya saja materi vokal Evati di lagu ini masih terdengar belum matang. Meskipun begitu, lagu ini sempat diputar di radio-radio dan cukup mengangkat namanya.
Ketika RENALDI WAHAB yang ketika itu menjadi vokalis kelompok pop BRAGI menikahi penyanyi dangdut jajaran depan IKKE NURJANAH, boleh jadi banyak yang berangan-angan bila keduanya melakukan kolaborasi karya. Wajar saja, karena saat itu gap antara pop dan dangdut masih cukup lebar sehingga bersatunya dua penyanyi dari dua genre ini cukup menyita perhatian. Kolaborasi mereka akhirnya benar-benar terwujud saat mereka membuat lagu khusus untuk kepentingan pernikahan mereka. Sebagai souvenir bagi para tamu, Aldi dan Ikke mempersembahkan CD khusus yang berisi dua buah lagu bergenre pop dan dangdut, dimana mereka berdua berusaha lebur di dua genre itu. Di lagu pop, Ikke terdengar cukup berhasil menghilangkan cengkok dangdutnya yang sudah sangat khas itu. Sementara di lagu dangdut, Aldi memang tidak lantas 'bercengkok', tapi justru membuat kolaborasi mereka unik. Proyek duet yang awalnya hanya untuk kepentingan pernikahan itu nyatanya menarik perhatian label. Sehingga salah satu lagu di CD souvenir itu akhirnya dirilis di pasaran. Lagu berjudul MEMANDANGMU ini memang mewakili keduanya dengan tepat. Kolaborasi pop dan dangdut yang ditampilkan di lagu ini terdengar sangat catchy. Mulai dari materi lagu, pola aransemen dan intepretasi mereka atas lagu ini terdengar pas dan berkelas. Tidak heran, lagu ini bisa mencuri perhatian dari penikmat dangdut dan pop sekaligus sehingga lagu ini berhasil menjadi hits besar. Sayangnya, album ini bukan album full mereka karena hanya ada satu lagu saja dari mereka, selebihnya adalah lagu-lagu hits dari penyanyi lain.
Lagu INI RINDU adalah hits besar yang dihasilkan FARID HARDJA dan LUCKY RESHA di awal 90an. Lazimnya yang terjadi di industri musik kita saat itu, bila sebuah lagu menjadi hits besar, maka di pasaran akan bermunculan lagu yang sama dalam berbagai versi. Begitupun lagu INI RINDU yang kemudian banyak dirilis ulang oleh penyanyi lain dalam berbagai genre, salah satunya adalah genre pop dangdut yang dibawakan oleh JAMAL MIRDAD dan IS NOVARINA. Tidak susah mengadaptasi lagu ini menjadi lagu dangdut, karena secara notasi memang tidak jauh-jauh dari lagu dangdut. Ditambah dengan maraknya genre pop dangdut saat itu membuat lagu versi Jamal dan Is ini cukup mendapat sambutan, terlebih album ini adalah album kompilasi lagu-lagu dangdut yang sedang hits saat itu sehingga tidak sulit menembus pasar. Hanya saja, popularitas INI RINDU versi originalnya memang sudah sangat lekat di benak pecinta musik sehingga versi dangdut ini bisa dibilang sebagai temporary hits yang tidak mampu mengungguli versi aslinya.
Kehadiran trio dengan format dua laki-laki satu perempuan memang tergolong langka di Indonesia, sehingga kehadiran LINGUA lewat album perdana mereka BILA KUINGAT langsung mencuri perhatian. Terlebih mereka didukung oleh lagu yang catchy, dan tentu saja tampilan fisik yang sedap dipandang membuat trio ini menjadi paket komplit meskipun secara materi suara mereka tergolong tidak luar biasa. Sukses BILA KUINGAT kemudian coba dilanjutkan dengan album kedua mereka yang diberi judul BINTANG. Nama-nama kuat yang menggarap album pertama masih dipertahankan di album kedua mereka seperti YOVIE WIDIANTO, ADI ADRIAN dan INDRA LESMANA. Tampilan mereka secara vokalpun terdengar lebih tertata dibandingkan album pertama. Single pertama TAKKAN HABIS CINTAKU langsung melejit menjadi hits dan mempertahankan eksistensi mereka sebagai performer. Hanya memang dibandingkan album pertama, album kedua ini masih kalah populer. Bahkan ketika single kedua AKU diluncurkan, album ini di repackaged menjadi berjudul AKU dengan perubahan design cover dan susunan lagu. Meskipun begitu trio ini punya kans besar untuk terus melaju. Hanya sayang masalah personal antara AMARA-FRANS dan IETJE KOMAR ibunda Amara sekaligus produser mereka membuat langkah mereka kemudian tersendat. Sungguh sangat disayangkan.